Berita Regional

Hari ke-9 Operasi SAR Longsor Cisarua: Area Pencarian Diperluas, 10 Orang Masih Hilang

Memasuki hari kesembilan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, terus berlangsung intensif. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat memperluas area pencarian menyusul analisis terkini yang menunjukkan kemungkinan korban terseret arus material longsor ke wilayah lebih luas. Hingga hari ini, sebanyak 10 orang masih dalam status belum ditemukan.

Longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur kawasan Puncak selama lebih dari 12 jam tanpa henti. Material tanah dan batu dari lereng bukit longsor menutupi permukiman warga di Dusun Cibeureum, Desa Cisarua. Sebanyak 17 rumah rusak berat dan 43 warga mengungsi ke posko darurat yang didirikan di balai desa terdekat. Dari total 27 warga yang dilaporkan hilang saat kejadian, 17 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada hari-hari pertama operasi.

Kepala Basarnas Bandung, Kolonel Laut (P) Deden Suryana, menjelaskan bahwa perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan pemetaan ulang menggunakan drone dan data hidrologi sungai setempat. “Kami menduga beberapa korban mungkin terseret material longsor hingga ke aliran Sungai Cisampih yang berada sekitar 800 meter di bawah lokasi longsor utama. Tim khusus telah diterjunkan menyusuri sungai tersebut,” ujarnya saat jumpa pers di Posko Utama SAR.

Tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan adalah kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta medan ekstrem berupa lumpur tebal dan puing bangunan yang rawan longsor susulan. Alat berat seperti ekskavator mini dikerahkan secara hati-hati untuk menghindari risiko terhadap korban yang mungkin masih tertimbun. Sementara itu, tim medis dan psikolog dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terus mendampingi keluarga korban di pengungsian.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat prakiraan cuaca BMKG masih menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Bogor hingga beberapa hari ke depan. Informasi lebih lanjut mengenai protokol keselamatan bencana dapat diakses melalui https://www.knightool.com/faqs.html untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat.

Solidaritas warga sekitar patut diapresiasi. Relawan lokal secara bergantian membantu mendistribusikan logistik ke posko pengungsian dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. “Kami tidak akan berhenti sampai semua saudara kami ditemukan,” tegas Ketua RT setempat, Asep Kurniawan, dengan mata berkaca-kaca.

Operasi SAR diperkirakan akan berlangsung hingga batas waktu maksimal yang ditentukan protokol nasional, yakni 14 hari sejak kejadian. Doa dan harapan seluruh bangsa menyertai upaya heroik para petugas di lapangan yang tak kenal lelah berjuang membawa pulang para korban ke pelukan keluarga mereka. https://www.knightool.com/faqs.html