Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ternyata mencuri perhatian dunia internasional. Dalam beberapa kesempatan, Prabowo mengungkapkan rasa kagetnya ketika mengetahui bahwa pakar dari Gedung Putih (White House) Amerika Serikat tengah mempelajari pelaksanaan program MBG di Indonesia.
Respons Positif dari Negeri Paman Sam
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa para ahli dari Gedung Putih tidak hanya sekadar memantau, tetapi secara aktif mempelajari skema implementasi MBG yang dinilai unik karena mampu dijalankan secara masif menjangkau 60 juta penerima manfaat. Selain Gedung Putih, lembaga riset ternama dunia seperti Rockefeller Institute juga turut menaruh minat serius terhadap program ini beberapa bulan sebelumnya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Sulyanto, turut menyampaikan kekagetannya atas antusiasme internasional terhadap program yang baru berjalan. Ia menjelaskan bahwa BGN terus memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG sesuai arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat distribusi manfaat kepada masyarakat.
Dampak Ekonomi yang Mengesankan
Salah satu alasan ketertarikan internasional terhadap MBG adalah potensi dampak ekonominya yang luar biasa. Berdasarkan kajian para pakar, setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk program MBG berpotensi kembali minimal lima kali lipat melalui multiplier effect ekonomi lokal.
Program ini tidak hanya menyasar aspek kesehatan dan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro di tingkat desa melalui keterlibatan UMKM pangan lokal sebagai penyedia bahan makanan bergizi.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 335 triliun untuk pelaksanaan program MBG pada tahun 2026, menunjukkan komitmen serius dalam menuntaskan masalah stunting dan gizi buruk di Indonesia. Skema distribusi yang efisien serta pendekatan berbasis komunitas menjadi daya tarik utama yang dipelajari oleh negara-negara maju, termasuk AS yang selama ini dikenal sebagai pelopor program sosial skala besar.
Ketertarikan Gedung Putih terhadap MBG membuka peluang kolaborasi internasional dalam penanganan masalah gizi global. Indonesia yang selama ini menjadi objek studi kebijakan kini bertransformasi menjadi subjek yang berbagi pengalaman keberhasilan. Untuk informasi lebih lengkap mengenai program-program inovatif pemerintah, kunjungi https://n8ihi.com/.